Banggaiinovatif

Tampilkan postingan dengan label Profil Inovasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil Inovasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Desember 2019

Dengan 24 inovasi Banggai kembali raih IGA 2019


Halo Sobat Blogger. 
  Pada tahun ke-2 keikusertaan pemerintah Kabupaten Banggai pada ajang Innovative Goverment Award (IGA) diikutkan 24 inovasi yang telah dilakukan oleh unit kerja lingkup pemerintah kabupaten Banggai. Ada hal yang menarik dari sisi pelaksana inovasi pada unit kerja, kalau  pada tahun 2018 inovasi yang di ikutkan hanya pada unit kerja perangkat daerah, namun pada tahun 2019 pelaksana inovasi sudah sampai kepada pemerintah kecamatan dan kelurahan serta puskesmas. Jenis inovasinya juga sudah beragam mulai dari sektor kesehatan, pelayanan publik, pengembangan informasi teknologi dan lain sebagainya.
Mekanisme penilaian IGA [pada tahun 2019 ini terjadi sedikit perubahan dimana skor total yang didapatkan oleh suatu daerah merupakan penggabungan total skor pada IGA 2018 ditambah dengan total skor IGA tahun 2019. 
Penghargaan IGA Tahun 2019 Kabupaten Banggai


 Berikut Profil singkat Inovasi Daerah pada ajang IGA Award 2019 :
1.   1 PK 100 KK
Maksud dari adanya program inovasi 1 petugas kesehatan 100 Kepala Keluarga adalah bagaimana dinas Kesehatan memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan berpedoman kepada 12 indikator kesehatan yang telah ditetapkan oleh kementerian kesehatan.
Kewajiban untuk setiap petugas kesehatan melayani 100 Kepala keluarga bermanfaat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang pada gilirannya akan meningkatkan nilai indeks pembangunan manusia kabupaten Banggai di sektor kesehatan.

2.     Elektronik Makam (E-Makam)
Terobosan yang dilakukan oleh Dinas Perumahan, Permukiman dan pertanahan dengan memanfaatkan IT untuk lebih memaksimalkan penataan kawasan Tempat Pekuburan Umum (TPU) sekaligus untuk menaikkan pendapatan daerah dari sisi retribusi pemakaman.
Mekanisme kerja program ini adalah masyarakat dapat menggunakan aplikasi E-Makam yang tersedia untuk mendaftarkan anggota keluarganya yang telah wafat  dengan  membayar retribusi pemakaman secara online sesuai ketentuan yang berlaku.Setelah proses administrasi selesai,akan diberikan nomor blok area pemakaman yang akan digunakan oleh pihak keluarga untuk menguburkan anggota keluarganya.

3.   Klinik Konsultasi Mobile
Adalah program inovatif yang yang fokus kepada sisi pengawasan pembangunan dan dilaksanakan oleh Inspektorat Kabupaten Banggai.
Maksud dari terobosan ini adalah untuk lebih memaksimalkan fungsi preventif (pencegahan) inspektorat terhadap segala bentuk pertanggung jawaban pengelolaan keuangan daerah dengan melakukan kunjungan langsung ke kecamatan dan desa serta sekolah sekolah  untuk  melakukan pembinaan pembuatan laporan pertanggung jawaban (LPJ).
Tujuan lain dari program ini adalah ingin menjadikan wajah baru inspektorat yang lebih humanis dengan mengedepankan pendekatan preventif dalam melakukan tugas tugas rutin pemeriksaan.
Inovasi Klinik Konsultasi Mobile Inspektorat


4.   Tim Penanganan Infrastruktur berkesinambungan (Tim Patungan)
Program ini dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang dengan membentuk Tim berjumlah 5-7 orang. Tim ini mempunyai keahlian dengan berbagai disiplin ilmu yang terkait dengan penanganan kerusakan infrastruktur jalan, jembatan, drainase yang skala kerusakannya kecil.
Pola kerja dari program ini apabila masyarakat menemukan adanya kerusakan infrastruktur di lingkungannya, maka dapat menghubungi call center yang telah disediakan oleh Dinas terkait dan akan tersambung langsung ke tim patungan yang segera menindaklanjuti aduan warga. 

5.   Boli’ Montanda’i Cilaka Toka
Inovasi ini digagas oleh Dinas Pekerjaan umum dan penataan ruang dengan menggunakan sentuhan bahasa daerah Saluan. Boli Montanda’i cilaka toka dalam arti bahasa Indonesianya adalah jangan menunggu kecelakaan kerja datang.
Inovasi ini dimaksudkan untuk lebih mengintensifkan pemenuhan persyaratan K3 (keselamatan kerja) kepada para pekerja konstruksi, misalnya dengan menggunakan peralatan keselamatan kerja saat bertugas.
Diharapkan dengan inovasi ini, tingkat kecelakaan kerja di pekerjaan-pekerjaan konstruksi semakin menurun bahkan bisa mencapai zero accident.

6.   Berbagi Literasi
Terobosan yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dalam upaya meningkatkan kunjungan ke perpustakaan sekaligus untuk meningkatkan minat baca dari masyarakat.
Upaya yang dilakukan dalam program ini adalah dengan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk mendonasikan buku kepada perpustakaan untuk menambah koleksi bacaan perpustakaan.
Selain itu kerjasama dalam hal lainnya adalah pembuatan pojok pojok baca di kawasan perkantoran, ruang ruang publik merupakan terobosan untuk meningkatkan budaya literasi dikalangan masyarakat.

7.   Satu Desa Satu Perpustakaan
Inovasi satu desa satu perpustakaan adalah suatu model inovasi yang berbasis kemitraan antara dinas perpustakaan dan kearsipan dengan pemerintah desa. Program ini bertujuan untuk semakin memasiffkan gerakan literasi sampai ke tingkat desa.
Dengan pembagian peran yang jelas yang diawali komitmen bersama secara formal dimana peran dari dinas perpustakaan menyediakan bahan bahan bacaan dan kemudian peran pemerintah desa membangun perpustakaan desa, menjadikan inovasi ini sangat efektif dalam meningkatkan minat baca masyarakat sampai ke tingkat desa.

8.   Elektronik lunas retribusi (E-Lure)
Program inovatif ini dicetuskan oleh dinas perdagangan dalam rangka peningkatan tata kelola pelayanan retribusi pasar dengan menggunakan teknologi sehingga meminimalkan penyalahgunaan dana retribusi pasar sekaligus untuk meningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar rakyat.
Mekanisme pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan pendataan pedagang pasar, penandatanganan kesepahaman bersama antara dinas dengan pihak perbankan (bank BRI dan bank Syariah Mandiri), sosialisasi E-Lure kepada pedagang pasar dan launcing secara resmi E-Lure.

9.   SKA Luwuk
Inovasi ini diawali dengan adanya permasalahan masih rumit dan berbelit- belitnya pengurusan Surat Keterangan Asal (SKA) bagi para eksportir di Kabupaten Banggai. Sehingga, dinas perdagangan bekerja sama dengan kementerian perdagangan RI melahirkan suatu terobosan inovatif yakni SKA Luwuk, dimana inovasi ini mempermudah para eksportir dalam pengurusan dokumen SKA cukup sampai pada dinas Perdagangan Kabupaten Banggai.
Dampak positif dari kegiatan ini adalah volume ekspor  dan arus barang keluar masuk Kabupaten Banggai semakin meningkat yang berimplikasi positif untuk pertumbuhan ekonomi di sektor perdagangan.

10.   Membayar retribusi sampah dengan sampah
Suatu program inovatif di sektor lingkungan hidup yang berbasis pemberdayaan masyarakat. Peran dinas lingkungan hidup dalam program ini adalah bagaimana memotivasi  dan mengajarkan masyarakat untuk mengolah sampah menjadi alat pembayaran retribusi kebersihan sekaligus menjadi sumber pendapatan ekonomi baru, karena dari hasil pemilahan sampah dengan berbasis 3 R (Reduce, reuse dan recyle) masyarakat dapat menabung di bank sampah dan hasil tabungan sampah di konversi menjadi uang.

11.  Kampanye Kreatif Pengembangan Pangan Lokal Olahan
Suatu terobosan dari dinas ketahanan pangan untuk mempromosikan kepada masyarakat agar mengkonsumsi pangan lokal olahan kabupaten Banggai.
Upaya lain yang juga dilakukan dalam mensukseskan program ini adalah dengan melakukan pembinaan dan pemberian bantuan  kepada pelaku-pelaku umkm pangan lokal olahan dan  bermitra dengan pihak penyedia jasa perhotelan untuk menyajikan menu pangan lokal olahan pada sajian menu pihak perhotelan.

12.  Program Satu induk sapi satu tahun satu anak (Prosista)
Program yang diinisiasi oleh Dinas Peternakan dan kesehatan hewan dalam upaya meningkatkan produksi Sapi di Kabupaten Banggai untuk mendukung program swasembada daging.
Salah satu upaya yang dilakukan dalam program inovatif ini adalah adanya larangan untuk memotong sapi betina yang hamil sehingga diharapkan angka kelahiran sapi setiap tahun dapat terjaga.

13.  Alat Taping Box
Merupakan langkah kreatif yang dilakukan oleh Badan Pendapatan Daerah dalam upaya untuk meningkatkan pendapatan daerah dari sektor rumah makan.
Pemasangan alat taping box pada sejumlah rumah makan dan restoran juga dimaksudkan untuk mengetahui potensi pajak daerah dari sektor rumah makan dan restoran di Kabupaten Banggai.
Dampak dari inovasi ini telah terjadi peningkatan yang sangat signifikan dari PAD sektor rumah makan dari yang sebelumnya 2 juta/ bulan meningkat menjadi 14 juta/bulan untuk satu rumah makan.

14.  Bekerja untuk rakyat susah
Terobosan ini dilakukan oleh Dinas Sosial dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat di sektor sosial.Mekanisme pelaksanaan program ini yakni adanya satu loket yang disediakan oleh dinas untuk melayani semua masyarakat terkait bantuan bantuan sosial seperti bantuan program keluarga harapan (PKH),jaminan hidup, dan bantuan bantuan sosial lainnya

15.  Kompos Bikin Hidup Lebih Baik (Posbidik)
Program yang diinsiasi oleh Pemerintah Kecamatan Moilong ini diawali dengan adanya permasalahan kelangkaan pupuk bersubsidi di kecamatan Moilong. Namun disisi lain kecamatan Moilong adalah wilayah pertanian dan potensi peternakan yang melimpah.
Sehingga, Camat Moilong dengan cerdik memanfaatkan potensi kotoran ternak yang belum diolah untuk kemudian diolah menjadi pupuk organik.
Program ini terlaksana dengan lancar karena adanya kolaborasi yang sangat baik antara pihak pemerintah kecamatan, desa dan penyuluh pertanian dan yang tidak kalah penting peran serta masyarakat yang begitu tinggi dalam program ini.

16.  Pelayanan 3 T
3 T adalah sebuah layanan jemput bola langsung kerumah rumah penduduk untuk urusan dokumen kependudukan yang dilaksanakan oleh pemerintah kecamatan Nambo bekerjasama dengan pemerintah kelurahan dan desa.
Akronim 3 T sendiri merupakan bahasa daerah Saluan yakni :
-      Toka ho Ala’ Hi Bonua (ambil dirumah)
-      Tanda’i Hi Bonua (tunggu di rumah)
-      Tolomoing Hi Bonua (Tersenyum di rumah)
Dari program ini, kepuasan masyarakat di kecamatan Nambo sangat tinggi terhadap kinerja pemerintah kecamatan dalam pelayanan publik ke masyarakat.

17. Sistem Administrasi Kependudukan (Si-ANDUK)
Merupakan aplikasi kependudukan berbasis android yang dikembangkan oleh Pemerintah Kecamatan Toili Barat. Aplikasi ini bermanfaat dalam memantau pergerakan penduduk di kecamatan Toili Barat secara realtime dan up to date.
Manfaat dari program ini adalah tersajikannya data kependudukan di wilayah kecamatan yang valid dan dapat dipertanggung jawabkan.

18.  Layanan Subuh Berkah
Sebuah terobosan pelayanan publik yang digagas oleh Pemerintah Kecamatan Batui untuk lebih memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.
Pemberian layanan selesai melakukan sholat Subuh didasari permasalahan karena sebahagian besar penduduk kecamatan Batui yang berprofesi sebagai nelayan dan petani yang waktu beraktfitasnya selesai shalat subuh.
Melihat fenomena diatas, camat Batui melakukan terobosan melakukan pelayanan selesai sholat Subuh kepada masyarakat di masjid ,sehingga masyarakat tidak lagi terbebani untuk datang ke kantor kecamatan untuk mengurus dokumen administrasi mereka.
Inovasi Pelayanan Subuh Berkah Pemerintah Kecamatan Batui

19.  Klinik Desa Mandiri
Masih banyaknya laporan penyelenggaraan pemerintahan desa baik itu laporan keuangan,administrasi yang dibuat oleh pihak ketiga menjadi alasan kuat dari pemerintah kecamatan Pagimana dalam melakukan terobosan klinik desa mandiri.
Klinik desa mandiri dilaksanakan dengan model pendampingan pemerintah kecamatan kepada pemerintah desa dalam penyusunan laporan penyelenggaraan pemerintahan desa. Sehingga diharapkan dengan adanya program ini ketergantungan pemerintah desa kepada pihak ketiga dalam hal pembuatan laporan dapat dikurangi.


20.  Lorong Smart Dance
Sebuah program inovatif yang dilahirkan oleh pemerintah Kelurahan Baru. Konsep lorong smart dance sendiri adalah lorong tematik yang memadukan fungsi kebersihan dan keindahan lorong itu sendiri, adanya perpustakaan dan taman baca di wilayah lorong dengan pelibatan anak-anak untuk mendapatkan pelayanan gratis seperti membaca buku, les bahasa asing, les matematika dan sebagainya.Selain itu, lorong smart dance juga terdapat bank sampah unit di wilayah lorong dengan pengurus bank sampah adalah warga sekitar lorong.

21.  Smart Card Menari si Epen.
Adalah sebuah inovasi yang juga digagas oleh pemerintah kelurahan Baru yang berbasis kartu identitas tambahan yang terintegrasi layanan kesehatan pada puskesmas kampung baru.
Dengan kartu smart card menari si epen ini, pihak kelurahan dapat dengan mudah mobilitas penduduk di wilayah kelurahan Baru.

22.  Tombang Permai Kelurahan Cerdas (Toper Kece)
Aplikasi layanan kependudukan berbasis IT yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kelurahan Tombang Permai.
Dengan adanya inovasi ini masyarakat lebih mudah dan cepat dalam mengakses segala bentuk layanan kelurahan.
Aplikasi ini juga telah berbasis HP android, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan kependudukan hanya dari rumah dengan menggunakan fasilitas HP.

23.  Poli khusus Lansia
Sebuah layanan kesehatan inovatif yang digagas oleh Puskesmas Kampung Baru dalam memberikan layanan kepada kaum lansia. Mekanisme program ini adalah dengan menyediakan poli khusus lansia,dimana semua pelayanan kesehatan lansia dilakukan di poli khusus, sehingga lansia tidak perlu lagi berpindah- pindah dari poli satu ke poli yang lain untuk mendapatkan layanan kesehatan di puskesmas.

24.  Simpong Peduli Darah Tinggi (Simpeda)
Sebuah layanan kesehatan  untuk peduli darah tinggi yang dilakukan oleh puskesmas Simpong. Model pelayanannya adalah dengan melakukan jemput bola pemeriksaan tekanan darah di ruang publik seperti : pasar, kawasan perkantoran, rumah ibadah, RTH dan ruang publik lainnya.
Dengan adanya inovasi ini,deteksi dini terhadap para penderita hypertensi dan masyarakat yang berisiko terserang hypertensi dapat diatasi sedini mungkin.

Dari 24 inovasi yang dikutsertakan di ajang IGA 2019,  Kabupaten Banggai sukses masuk 5 besar nasional Kabupaten Terinovatif berdasarkan hasil indeks inovasi daerah yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri Ri.
         












Selasa, 03 Desember 2019

Profil 20 Inovasi Banggai Penyumbang IGA 2018


Halo Sobat Blogger.
          Innovative Goverment Award (IGA) merupakan ajang kompetisi inovasi untuk mendapatkan penghargaan sebagai pemerintah daerah inovatif baik itu pemerintah provinsi maupun daerah yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri RI. Maksud dari ajang ini adalah untuk mendorong iklim kompetisi yang sehat antar pemerintah daerah terkait peningkatan pelayanan kepada masyarakat termasuk didalamnya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kompetisi ini mempunyai tujuan untuk:
  1. Meningkatkan motivasi dari pemerintah daerah dalam memunculkan kreativitas dan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah;
  2. Mendorong terciptanya arah kebijakan pembangunan yang selaras antara kebijakan pembangunan skala nasional dengan arah kebijakan pembangunan pemerintah daerah dengan memperhatikan prinsip prinsip good governance.
3 (tiga) aspek penilaian dari ajang ini yakni: aspek kuantitas (jumlah inovasi yang diikutsertakan), aspek kualitas inovasi dan aspek kemanfaatan inovasi.
Kabupaten Banggai Meraih posisi 3 tingkat Nasional sebagai kabupaten Terinovatif Ajang IGA Tahun 2018

 Selanjutnya, berbicara terkait keikutsertaan kabupaten Banggai pada ajang  Innovative Goverment Award  (IGA) dimulai pada tahun 2018, dengan mengikutkan 20 Inovasi yang telah berjalan di kabupaten Banggai. 20 inovasi itu adalah :

1.   Gerakan Moral PINASA
Inovasi di sektor lingkungan hidup yang berfokus kepada penanganan sampah dilakukan melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor dan menggunakan sentuhan kearifan lokal budaya setempat. PINASA sendiri merupakan Akronim dari 3 (tiga) bahasa daerah di Kabupaten Banggai yakni Pia Na Sampah Ala’ (bahasa suku Saluan), Pile’Na Sampah Ala (bahasa suku Balantak) dan Pokitayo’ sampah alayo’ (bahasa suku Banggai). Dari 3 bahasa tersebut mengandung arti secara harafiah yaitu Lihat Sampah Ambil. 
Penanggung jawab dari inovasi ini adalah Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Banggai dan Poin inovasi PINASA berdasarkan hasil pengukuran indeks inovasi daerah berjumlah 700 Poin

2.     Posyandu Prakonsepsi
 Inovasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten Banggai  berfokus kepada penanganan kaum wanita yang akan menikah sejak masa prakonsepsi hingga menikah dan mempunyai anak. Program ini dilakukan dengan metode kolaboratif dengan menggandeng kantor urusan Agama (KUA) , pemerintah kecamatan dan desa, lembaga lembaga non pemerintah lainnya.
Target dari program ini, diharapkan angka kematian ibu dan bayi serta stunting dapat menurun dan untuk nilai Posyandu Prakonsepsi sejumlah 750 Poin.
3.   PSC 119
Public Safety Center  adalah sebuah terobosan pelayanan terkait permasalahan kegawatdaruratan di bidang kesehatan. Inovasi yang dilaksanakan oleh dinas kesehatan ini menyediakan layanan berupa 2 (dua) unit mobil ambulance yang telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas kegawatdaruratan dengan tenaga kesehatan yang terampil untuk menangani persoalan ini. 
Mekanisme kerja dari program ini masyarakat dapat langsung menghubungi layanan 119 untuk mendapatkan pertolongan, dalam waktu yang singkat tim 119 akan tiba dilokasi dan memberikan pertolongan. Untuk nilai PSC 119 berjumlah 440 .
 
4.   Membuat Simiskin bisa tersenyum
Sebuah program inovatif pada sektor pelayanan kesehatan rujukan oleh Badan rumah sakit umum yang dilandasi  keprihatinan terhadap masih kurangnya keberpihakan semua pihak kepada warga miskin yang harus mendapatkan pelayanan rujukan di rumah sakit.
Inovasi ini mengintegrasikan pelayanan pembuatan nomor induk kependudukan (NIK) dari dukcapil, pembuatan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dinas sosial, dan pembuatan jaminan kesehatan dari dinas kesehatan dan penerbitan Kartu Indonesia Sehat (KIS) oleh BPJS kesehatan dilaksanakan secara bersama sama dengan menggunakan salah satu ruangan kantor BPJS kesehatan yang berada di areal lokasi rumah sakit umum daerah luwuk.Dimana petugas dari masing masing instansi akan berada disatu ruangan untuk melayani proses pembuatan dokumen administrasi sebagai syarat mendapatkan pelayanan kesehatan rujukan gratis bagi warga miskin. Poin dari inovasi ini adalah 640 Poin.

5.   E-Kalesang/Mobile PTSP
Inovasi yang digagas oleh Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu fokus kepada pelayanan perizinan secara mobile/kunjungan langsung ke kecamatan kecamatan untuk menjaring para pelaku usaha yang akan mengurus perizinan usaha. Dalam inovasi ini ditunjang dengan adanya 1 (satu) unit mobil operasional keliling pelayanan perizinan.Poin Inovasi 710 Poin.
6.   Musrenbang Plus
Adalah terobosan inovatif dari sektor perencanaan pembangunan daerah yang dilakukan oleh Bappeda.Sisi kebaruan program ini adalah dilaksanakannya musyawarah perencanaan pembangunan daerah selama 2 (dua) tahap.Dimana pada setiap tahapan terverifikasi usulan usulan masyarakat secara berjenjang.
Dan sisi keunikan lainnya pada tahap kedua pelaksanaan musrenbang, pimpinan daerah (Bupati,wakil bupati, ketua dprd, anggota dprd) bersama perangkat daerah nginap dirumah rumah warga. Dan program ini mendapatkan dukungan dari masyarakat,karena masyarakat dapat lebih dekat dengan pemerintah, selain itu dapat menambah pendapatan rumah tangga warga karena rumah warga yang disewa oleh perangkat daerah yang menginap saat pelaksanaan musrenbang di kecamatan. Poin dari musrenbang plus yakni 590 poin.

7.   Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran dan Pelaporan (SIMRAL)
Inovasi berbasis Informasi Teknologi ini (IT) juga di gagas oleh Bappeda dalam upaya untuk mengintegrasikan penerapan perencanaan pembangunan mulai dari tingkatan terbawah pemerintahan yaitu desa dengan perencanaan tingkat atas. Aplikasi SIMRAL ini digagas untuk menjawab kebutuhan terhadap suatu perencanaan yang sistematis dan dapat dipertanggung jawabkan (akuntabel).
Proses perencanaan yang telah menggunakan aplikasi SIMRAL dapat lebih mengefektifikan proses perencanaan sehingga dapat lebih efektif dari sisi waktu pelaksanaan dan efisien dari sisi penggunaan anggaran.Simral mendapatkan poin 760.

8.   E-Litbang
Terobosan ini dilakukan saat Bappeda mengalami restrukturisasi organisasi pada awal tahun 2017 dan berubah nama menjadi Bappedalitbang. Inovasi ini dilaksanakan agar segala bentuk kegiatan penelitian dan pengembangan dan inovasi dapat terdokumentasi secara online pada aplikasi E-Litbang sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses segala bentuk aktivitas kelitbangan dan inovasi yang dilakukan oleh pemerintah.Aplikasi ini dapat juga diakses melalui HP berbasis Android. Poin yang didapatkan dari E-litbang 170 Poin.

9.   Pelayanan Jempol Kanan
Sebuah terobosan pelayanan di sektor kependudukan, yakni dengan melakukan model pelayanan secara jemput bola langsung ke kecamatan dan desa dalam hal pengurusan dokumen kependudukan (NIK,KK,KTP,Akte Kelahiran, akte kematian,dll).Dalam pelaksanaan program ini, dinas kependudukan dan catatan sipil mempunyai 2 (dua) unit mobil operasional layanan.Inovasi ini mendulang poin 680 poin.

10.   Ruang Eksplorasi Seni
Program inovatif disektor kepariwisataan dengan memberikan ruang kepada para pelaku ekonomi kreatif dalam menciptakan karya karya dibidang musik, tarian, handycraft dan sektor ekonomi kreatif lainnya  yang nantinya akan dipamerkan/dipertunjukkan pada ruang ruang publik dengan menggunakan pendekatan kolaboratif antara semua pemangku kepentingan.Relasi mendapatkan poin 560.

11.  Banggai Tourism Board
Suatu terobosan dari sisi kelembagaan non pemerintah yang dibentuk untuk mendukung pelaksanaan setiap ivent ivent kepariwisataan di Kabupaten Banggai. Lembaga ini beranggotakan para profesional disektor pariwisata, unsur dunia usaha, dan generasi muda. Mereka berkolaborasi dengan pemerintah dan memberikan masukan masukan konstruktif bahkan terlibat langsung dalam setiap ivent kepariwisataan di Kabupaten Banggai.BTB memperoleh poin 560.

12.  Kamus bahasa Saluan Balantak berbasis Android
Program ini dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaaan sebagai upaya mewujudkan komitmen pemerintah daerah dalam pengembangan nilai nilai kearifan lokal daerah. Inovasi ini menyediakan layanan kamus bahasa Saluan dan Balantak berbasis Android yang dapat di terjemahkan kedalam 3 bahasa (Inggris,Jerman dan Prancis). Dan yang lebih unik lagi, penyusun kamus ini adalah warga negara asing yang telah lama tinggal di Kabupaten Banggai dan mempelajari 2 bahasa daerah ini. Tim penyusun dari luar negeri berkolaborasi dengan ahli bahasa nasional dan pemerintah daerah. Aplikasi ini juga telah tersedia di playstore. Inovasi ini mendapatkan poin 570.
 
13.  Kurikulum muatan budaya lokal
Merupakan langkah kreatif yang dilakukan oleh dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan menciptakan model kurikulum pembelajaran ditingkat pendidikan dasar dan menengah untuk mengakomodir kearifan lokal yaitu pembelajaran bahasa daerah Saluan dan Balantak. Hal ini dimaksudkan agar pengetahuan dan aplikasi terhadap bahasa daerah di Kabupaten Banggai dapat secara dini diterapkan sejak dari usia sekolah.Poin yang dihasilkan 560.

14.  Kartu Petani Sejahtera
Program ini dicetuskan oleh Dinas Tanaman Pangan,Holtikultura dan Perkebunan kabupaten Banggai dengan maksud untuk melindungi kaum petani dalam melakukan atkvitas pertanian sekaligus sebagai database petani. Fungsi dari kartu petani sejahtera adalah memberikan akses yang lebih mudah kepada para petani  seperti; kemudahan mendapatkan pupuk bersubsidi, benih,sarana prasarana pertanian bahkan mendapatkan asuransi bagi para petani apabila menderita kerugian disaat melakukan aktivitas pertanian. Poin dari KPS adalah 610.

15.  Pengembangan Kelapa Babasal
Varietas kelapa Babasal merupakan varietas baru yang berhasil dikembangkan oleh Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan dengan bekerja sama dengan lembaga sertifikasi benih kementerian Pertanian.
Varietas ini telah melalui serangkaian penelitian dan ujicoba tanam. Dan berdasarkan hasil penelitian, varietas kelapa Babasal mempunyai prospek secara ekonomi yang menjanjikan sebagai salah satu komoditi perkebunan yang nantinya akan memberikan dampak positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat,khususnya petani kelapa.Program ini mendapatkan poin 640.

16.  Kartu Nelayan Sejahtera
Program yang dicetuskan dinas Perikanan kabupaten Banggai mempunyai  tujuan untuk melindungi kaum nelayan dalam melakukan aktivitas  melaut, kartu nelayan juga sekaligus menjadi database nelayan.
Fungsi dari kartu Nelayan sejahtera adalah memberikan akses yang lebih mudah kepada nelayan dalam melakukan aktivitas melaut seperti: kemudahan mendapatkan bahan bakar bersubsidi, kemudahan dalam mendapatkan bantuan sarana prasarana perikanan. Kartu nelayan sejahtera ini, juga dilengkapi dengan asuransi nelayan yang berguna apabila sewaktu-waktu nelayan mengalami kecelakaan dalam melaut yang dapat mengakibatkan cacat secara fisik dan bahkan sampai meninggal dunia dapat diganti rugi oleh pihak asuransi.
Untuk persoalan klaim asuransi nelayan, pemerintah bekerja sama dengan pihak asuransi Jasindo. KNS mendapatkan poin 610.

17. Banggai Mengekspor
Sebuah program kemitraan antara dinas perikanan dan dinas perdagangan kabupaten Banggai dengan instansi vertikal seperti kantor stasiun karantina ikan, pihak bea dan cukai,maskapai penerbangan,pengusaha kapal laut dan eksportir perikanan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekspor komoditi hasil perikanan seperti gurita, ikan kerapu dan sejenisnya.
Proses perizinan untuk melakukan ekspor hasil perikanan yang selama ini masih harus melalui kota besar seperti Surabaya dan Makassar, dengan program Banggai Mengekspor dapat langsung diurus perizinannya di Luwuk dan langsung diekspor ke mancanegara melalui kota Luwuk.
Program ini sangat bermanfaat selain dari sisi kemudahan proses perizinan yang lebih mudah, kualitas produk hasil perikanan yang diekspor lebih terjaga yang akan berdampak pada peningkatan nilai jual produk perikanan di luar negeri. Program ini mendapatkan poin 530.

18.  Sistem Informasi Keuangan Daerah (simda)
Terobosan yang dirintis oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah bertujuan untuk mendorong tata kelola keuangan daerah yang efektif,efisien dan akuntabel.
Program yang berbasis aplikasi ini digunakan untuk pengelolaan keuangan terintegrasi mulai dari proses penganggaran,penatausahaan, akuntansi dan pelaporannya.Aplikasi ini dibawah pembinaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dengan output aplikasi adalah:
-      Aspek Pengganggaran; rencana kerja anggaran (RKA),RAPBD dan rancangan penjabaran RAPBD,APBD dan penjabaran APBD beserta perubahannya,Dokumen pelaksanaan anggaran (DPA).
-      Aspek penatausahaan; Surat Penyediaan Dana (SPD),surat permintaan pembayaran (SPP),surat perintah membayar (SPM),SPJ, surat perintah pencairan dana (SP2D),surat tanda setoran (STS) dan register register yang disertai laporan pengendaliannya.
-      Akuntansi dan pelaporan; jurnal, buku besar, buku pembantu,laporan keuangan (laporan realisasi anggaran,laporan arus kas dan neraca), perda pertanggungjawaban dan penjabarannya. Simda mendapatkan poin 780.
 
19.  Pengembangan Tenun Nambo
Suatu terobosan yang dilakukan dengan pendekatan lintas sektor antara dinas perdagangan dan dinas koperasi ukm dalam upaya mengembangkan salah satu produk tenun khas kabupaten Banggai yakni Tenun Nambo.
Upaya yang dilakukan diantaranya memasifkan penggunaan tenun nambo dikalangan ASN di Kabupaten Banggai.Upaya lainnya dengan menjalin kerjasama dengan desainer nasional untuk merancang motif tenun nambo yang lebih variatif sesuai dengan ciri khas kabupaten Banggai (motif ikan cardinal fish dan burung Maleo,dll). Juga dengan intensif melakukan promosi baik pada skala nasional dan mancanegara serta pelatihan dan pemberian bantuan bagi para pengrajin tenun Nambo. Inovasi ini memperoleh 620 poin.

20.  Bus Sekolah Gratis
Terobosan dalam hal pelayanan bus sekolah gratis kepada anak sekolah di kecamatan-kecamatan lingkup Kabupaten Banggai yang secara geografis letak sekolah dan lokasi pemukiman yang relatif jauh.
Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya putus sekolah dikalangan anak didik yang disebabkan oleh jauhnya lokasi sekolah dengan tempat tinggal mereka. Program ini sampai sekarang tetap berlanjut dan berkembang dengan melibatkan perusahaan perusahaan migas yang beroperasi di kabupaten Banggai untuk menggunakan dana CSR untuk bantuan pengadaan bus sekolah.Terobosan ini memperoleh nilai 530 poin.
 Kebersamaan Bupati Banggai dan bupati/walikota inovatif lainnya bersama Mendagri RI
Dari 20 inovasi yang dikutsertakan di ajang IGA 2018, berdasarkan hasil pengukuran Indeks Inovasi Daerah dari Kementerian Dalam Negeri RI, Kabupaten Banggai mendapatkan nilai 12,370 poin dan berada pada posisi 3 secara nasional sebagai Kabupaten Terinovatif.
Untuk peringkat pertama di tempati oleh Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur dengan score 23,330 poin dan peringkat kedua diduduki oleh Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat dengan  poin 15,370 poin.